Merencana dengan Hati (1)

LEMBUR!!

NOOO.. Lembur again di Studio Cilaki45. Tempat awa KP. ha3. Jadi teringat kata-kata “temanku”, “Gila, lo baru kP aja udah ngelembur gitu!” 😀 Konyol.

Eitss.. tapi bukan itu inti tulisanku malam ini!

Intro, di sini aku berperan sebagai mahasiswa KP, membantu proyek Bantek RDTR Kawasan Pusat Kota Sorong, Provinsi Papua barat. Dan senin besok adalah deadline pengumpulan Laporan Antara…

Ketika tadi sedang menganalisis, dalam kondisi dikejar deadline, aku hanya menulis sekenaku. Segala macam mantra yang biasa aku rapal di buku faksis dan rencana studio, itu yang aku tulis. Tiba-tiba terbesit…

Hei! Buku Laporan Antara ini terasa kosong! aku asal ngemeng. Kok merencana ga pake hati banget.. Rasanya ga bicara hati ke hati dengan perwakilan masyarakat di sana tentang gimana kondisi Sorong sesungguhnya, bukan sekedar lewat angka-angka BPS.. tentang gimana sebenarnya mereka menginginkan Sorong mereka ini berkembang..

Ha3. entah aku yang terlalu pake perasaan atw apa..

yah, analisis kita lanjutkan besok,

awa mw plg dulu k kosan tercinta, doakan saya selamat 😀

Satu pemikiran pada “Merencana dengan Hati (1)

  1. Sok Idealis Lo…
    jangan larut dengan perasaan, karana orang sorong tidak butuh rasa kasihan mu…

    salam pemberontak

    ————–

    hahahahaa,,
    mumpung masih bisa idealis, kudu tetep idealis dunk :p
    hhmm, planner yg baik adalah planner yang bisa berempati kepada orang lain. Gimana-gimana, planner kan merencana buat kepentingan publik. Ga ada salahnya dengan meletakkan hati dalam produk-produk rencana yang dibuat, karena itu bakal membuatnya lebih baik.

    salam idealis & pemberontak yang lebih lebih lagi

    Suka

Tinggalkan komentar