Aku tahu, cinta bukan untuk didefinisikan, tapi untuk dirasakan, cukup dirasakan, dan dibagi.. Hanya saja kali ini aku sungguh tergoda untuk mencoba memahami & membagi pemahaman tentang cinta ini.

Saat aku menulis bahwa cinta itu buta & egois, percayalah, itu bukan hal yang buruk. Malah kebutaan & keegoisan itulah yang menjadikan cinta itu indah & merata.
Pernahkah kamu merasa bahwa pasangan yang digandeng sahabatmu adalah orang yang ga banget (bisa jadi karena dia jahat, bego, nakal, dsb), hingga kamu pun terheran-heran mengapa sahabatmu itu bisa memilih untuk bersamanya..?
Cinta itu buta,
Ketika kamu bertanya, jawaban yang sahabatmu berikan hanyalah, “Karena dia unik. Ada sesuatu yang membuatku tertarik..”
Dan satu-satunya kesimpulan yang bisa kamu dapatkan hanyalah..
“Ah,, cinta memang buta.”
Cinta itu egois,
Ketika kamu keukeuh bertanya, jawaban lain yang sahabatmu berikan adalah, “Bagaimanapun juga, aku yang akan menjalani kehidupan bersamanya, bukan orang lain. Karena itu aku selalu berdoa kepada Allah agar Dia memberi pasangan yang terbaik untukku, untukku, bukan untuk orang lain.”
Lalu terbersit di pikiranmu,
“Ah,, cinta memang hanya untuk dirasakan & dinikmati sendiri, mungkin cinta memang egois”
Cinta yang buta itulah yang membuat cinta menjadi merata, setiap orang memiliki tipe pasangan masing-masing dan mereka mencintainya, apa adanya, tanpa meminta lebih.
Cinta yang egois itulah yang membuat cinta menjadi manis, untuk mereka berdua. Ya, hanya untuk mereka berdua. (Jika kita mendapat cipratan kebahagiaan orang-orang yang sedang jatuh cinta itu adalah efek samping dari cinta)
Tapiii..
(dalam konteks cinta kepada sesama makhluk nie..)
cinta yang terbaik adalah cinta yang didasari pada kecintaan kita kepada Allah..
Saat kita mencintai seseorang karena Allah, itu akan menjadi momen terbaik, karena cinta yang kita rasakan itu tulus & memuliakan..
Cinta yang buta & egois bisa jadi indah,
tapi yang lebih penting lagi adalah cinta yang memuliakan kita,
di dunia & di akhirat..
——————————–
Untuk mereka yang sempat terheran dengan status ym & fesbuk-ku, baik terucap maupun hanya sekedar mengerutkan kening.
Dan untuk seseorang, yang telah menginspirasiku untuk menemukan makna cinta yang satu ini 😀
He he he he he…
Ternyata memang subjektif banget yaw Mbak he he he..
Tapi saya sependapat kok..
He he he he,,..
Salam…(sudah lam tidak nongol di sini)
——————————–
SukaSuka
Numpang lewat mbak…
Cinta Itu membunuhku…
Cinta yang Pragmatis akan membawamu kepada kebahagiaan…Bukan kata ku lho..
hehe
—————–
SukaSuka
Jatuh cinta sejuta rasanya…..
kaya’nya ada yang pallin in loph nih…..
SukaSuka
Cinta itu buta, karena tidak memandang status, umur, jenis kelamin, kasta, dan apapun itu perbedaan kita. Remaja bisa jatuh cinta ama tante2 30-an tahun, kakek2 bisa bergejolak hatinya ngeliat wanita muda baru dewasa 20-an tahun. Raja bisa naksir ama rakyat jelata, orang kulit hitam bisa naksir ama orang kulit putih. Itulah cinta itu buta.
Cinta itu egois, karena ketika kita sudah merasakan cinta sama seseorang, kita merasa ga mau orang yg kita cintai itu direbut orang lain, padahal orang yg kita cintai belum tentu mencintai kita. Cinta bisa membuat ego seseorang makin tinggi.
Itulah cinta…
——————————-
SukaSuka
Nambah nih mbah 😀
3. Cinta itu ikut merasakan
4. Cinta itu ikut berkorban (bukti pengorbanan)
5. Cinta sejati : engkau mencintai sesuatu dan kau berikan sesuatu itu kepada orang lain, padahal hatimu sangat menginginkan benda / sesuatu itu.
Tanks n lam kenal.
————————-
SukaSuka
Cinta mmg mmbuat ego ssorng mjd tinggi dn itu trbukti pd diriku sndiri..
Hehehehehe
SukaSuka