Setelah bertahun-tahun vakum menulis hingga menguap semua skill dan insting itu,, akhirnya saya kembali mencoba merangkai kata dan post yang (semoga) berkesinambungan dan berguna.
Banyak pertimbangan kegalauan saat ingin kembali menulis. Melanjutkan blog yang mana? Pake bahasa apa? Kapan ngeblognya? Penting ga sih nulis? Worth reading-kah topik yang akan aku tulis? So many doubts!
Dan inilah keputusannya. This blog. My (new) digital footprints.
Blog ini adalah blog baru sebagai awalan kisah emak-emak dan penutup kisah culun-culun. Beberapa post berharga di blog2 masa lalu akan tercantum di sini sebagai pengingat betapa telat dewasanya diri ini. Hah. I wear my scars like badge of honor.
Catatan ini berupaya menjunjung tinggi bahasa Indonesia sesanggup penulisnya. Bahasa gaul dan asing sisipan akan dicetak miring kecuali seluruh post-nya berbahasa asing or slank.
Kedepannya saya berencana akan ada banyak juga post dalam bahasa inggris terutama yang berbau agama islam. Karena oh boy do we need to spread the word about the beauty and peace of islam to the worldout there! (backstory on another post)
Seorang teman pernah berkata bahwa blog orang indonesia lebih banyak berkonten personal (baca: curhat) ketimbang hard science. Jujur, kalimat itu agak membuat saya berkecil hati untuk mencatat dan berbagi lewat blog. Namun saya sadar, namanya juga blog, ya isinya pasti personalized jadi pasti ada opini dan pengalaman kita yang ikut tercantum. Lagipula, apa salahnya dengan konten personal (dan bahkan curhat)? Bukankan ilmu menjalani hidup adalah ilmu yang paling berharga yang tidak diajarkan di kelas2 sekolah dan kuliah?
Begitulah.
Dan saya akhiri tulisan pertama saya dengan Bismillah.
Semoga bisa istiqomah, menjadi amal jariyah, dan menjalin silaturrahim.