—— barusan blog walking ke beberapa blog ukhti-ukhti.
Wuuuiiihhh!! Subhanallah. Ukhti-ukhti tuh memang berhati lembut ya! Terlihat dari sikap santunnya, ghodul bashar-nya, tutur katanya.. dan yang paling dapat dibuktikan di dunia maya (baca : blog) ini adalah.. goresan penanya *eh, nulis di blog kan kagak pake pena, ada juga pake keyboard, neng!*. Tulisannya tuh haaalluuss banget (bukan menulis halus kek jaman SD lho), I mean, tulisannya datang dari hati yang tulus, kata-katanya tersusun begitu rapi & menggugah, lembut dan penuh perasaan.
Siapa yang tidak kenal fesbuk. Social networking site yang dulunya cuma dipake intern ma masyarakat Harvard College lalu saat ini penggunaannya semakin meluas keseluruh dunia. Hingga Juli2007, situs ini memiliki jumlah pengguna terdaftar paling besar di antara situs-situs yang berfokus pada sekolah dengan lebih dari 34 juta anggota aktif yang dimilikinya dari seluruh dunia. (wikipedia.org)
Yah, mirip-mirip friendster gitu. Menurut survei kecil-kecilan saya (tanpa perhitungan statistik pasti) dengan sampel teman-teman planologi, semua orang yang saya temui mengatakan bahwa fesbuk lebih menyenangkan dibandingkan frenster. Mengapa?
Seberapa bermaknanya sie nie kata-kata sampe-sampe aQ tulis di tab blogQ?
Bermakna banget! Karena itu, Q akan memulai kebangkitan blog-Q *halaaah..* dengan membagi maknanya kepada para pembaca *kek koran aja..*.
Ketsui no asa ni = “Pada Suatu Pagi Dengan Penuh Keyakinan”
Ini sebenernya judul lagu Aqua Timez, band jepang faveQ. Lagu ini dipake juga sebagai ending anime Brave Story. Qta telusuri maknanya..
Terjemahan: (kira”begini..)
Bagaimanapun juga, kita lukis mimpi kita
Bagaimanapun juga, kita lukis mimpi indah kita dengan cinta
“Tak perlu berbohong, pura-pura keren sama sekali bukan dirimu sesungguhnya”
Kadang semakin berat kita berusaha, terasa semakin sia-sia perjalanan ini
tak berkembang, masih seperti anak sekolahan, bebas mengayun tangan & kaki
Tapi hidup adalah sesuatu yang hebat bukan?
Ditertawakan orang tentulah hal biasa dan tak mengapa
Jauh dalam hatiku, tersimpan diriku yang sesungguhnya,
tubuh 36,5 celcius murni
Kita tak pernah berhenti, tetap berpura-pura kuat, memasang penghalang,
bertarung dengan segala luka & kepahitan
Saat terluka, kuberharap dapat mengakui bahwa itu sakit
kita hanya pecundang, berpura-pura tegar
Saat sendiri, kuberbohong bahwa aku baik-baik saja
untuk melindungi diriku yang nyaris hancur
Aku yakin, aku bukan hanya satu-satunya yang merasakan kesepian ini.
Tidak peduli dengan orang lain,
tidak menghargai diri sendiri,
membenci sekeliling, berpikir bahwa diri ini yang paling menderita
Aku mengeluh tidak mendapatkan apa yang aku inginkan,
menangis layaknya anak berumur 3 tahun.
Aku duduk menanti sesuatu bernama ‘cinta’
Aku menunduk, aspal tidak memberikan cerminan apapun
Aku menengadah, melihat orang-orang melangkah dengan kaki mereka
Lalu aku berpikir,
Jika kita memiliki kaki untuk berjalan,
Jika ada tempat yang ingin kita tuju,
kita harusnya melangkah dengan kaki kita sendiri
Ada masanya dimana aku merasa aku takkan meraih mimpiku & tersenyum kembali,
Namun, dengan dorongan mereka yang peduli denganku,
aku akan mempercayai mimpiku sekali lagi
Saat terluka, kuberharap dapat mengakui bahwa itu sakit
kita hanya pecundang, berpura-pura tegar
Saat sendiri, kuberbohong bahwa aku baik-baik saja
untuk melindungi diriku yang nyaris hancur
Aku yakin, aku bukan hanya satu-satunya yang merasakan kesepian ini
tapi,
Semua kesalahan, luka, kebingungan, dan bahkan tangisku
adalah bukti bahwa aku ada dan hidup sebagai diriku sendiri
karena itu,
bagaimanapun juga, mulai saat ini, dengan semangat & keyakinan yang melebihi orang lain,
kita terus melukis mimpi-mimpi kita,
angkat kepala kita, busungkan dada kita dengan penuh kebanggaan,
tanpa ragu,
kita nyanyikan lagu tentang kita..
Kalo diterjemahin ke b.ind kok jadi ga ok gini yaa.. keknya pilihan diksiQ kacau balau *seperti pikiranQ yg lagi morat-marit juga..*
Yahh..aQ ga se-desperate ini sie.. tapi nie lagu tetep ok.
Bunga-bunga di seluruh penjuru ITB lagi mekar lho!!
Indah banget. Apalagi spot di sekitar Gerbang Ganesha.. 😀
bunga-bunga itu seakan mekar untuk menyambut tahun ajaran baru, menyambut mahasiswa baru di kampus institut terbaik bangsa bin institut tekanan batin ini..
internet gratis sepuasnya sepanjang malam terlalu menggiurkan untuk disia-siakan 😀
Meski sebenarnya kontrak KP sudah berakhir sejak minggu lalu, aku masih betah di sini. Lumayan, merasakan nginep bareng orang-orang Cilaki. Ngobrol-ngobrol sambil ngetik, “mentoring”, makan malam, bagi-bagi cemilan, dan jurit malam di kantor (ha3). Seru lah!
aku selalu merasa,
aku baru bisa menyatakan bahwa aku mengenal seseorang, saat aku sudah pernah menghabiskan semalam bersama orang itu.
NOOO.. Lembur again di Studio Cilaki45. Tempat awa KP. ha3. Jadi teringat kata-kata “temanku”, “Gila, lo baru kP aja udah ngelembur gitu!” 😀 Konyol.
Eitss.. tapi bukan itu inti tulisanku malam ini!
Intro, di sini aku berperan sebagai mahasiswa KP, membantu proyek Bantek RDTR Kawasan Pusat Kota Sorong, Provinsi Papua barat. Dan senin besok adalah deadline pengumpulan Laporan Antara…
Ketika tadi sedang menganalisis, dalam kondisi dikejar deadline, aku hanya menulis sekenaku. Segala macam mantra yang biasa aku rapal di buku faksis dan rencana studio, itu yang aku tulis. Tiba-tiba terbesit…
Hei! Buku Laporan Antara ini terasa kosong! aku asal ngemeng. Kok merencana ga pake hati banget.. Rasanya ga bicara hati ke hati dengan perwakilan masyarakat di sana tentang gimana kondisi Sorong sesungguhnya, bukan sekedar lewat angka-angka BPS.. tentang gimana sebenarnya mereka menginginkan Sorong mereka ini berkembang..
Ha3. entah aku yang terlalu pake perasaan atw apa..
Yah, ini masalah wajar suatu organisasi. Kadang sebenarnya terasa agak birokratis..
Wel, saat kita memimpin biasanya akan timbul ego dalam diri bahwa semua keputusan harus atas sepengetahuanku! bahwa semua orang harus menuruti perintahku! dsb.. Itu wajar, tapi perasaan seperti itu harus ditekan dan kalau bisa dibuang jauh-jauh.
Salah satu ciri pemimpin yang baik adalah pemimpin yang tidak membuat anak buahnya tergantung pada dirinya.
Wew!
betthhuL sekali. Dulu aku pernah membaca, bahwa memimpin suatu organisasi itu bukan sekedar membuat orang lain tunduk di bawah perintah kita melainkan membantu mereka memaksimalkan potensi yang mereka miliki. Ini yang namanya memberdayakan anggota. (jadi bukan sekedar memforsir anggota untuk bekerja sesuai kehendak kita) *aku jadi teringat dengan kuliah Pengembangan Komunitas..mirip.*
Semoga dengan ini, kita semua semakin banyak belajar..