Hito wa…

Manusia itu..
secara fisik LEMAH
Bandingkan dengan kucing,
yang punya 9 nyawa, yang masih bisa bdiri di atas 4 kakinya saat jatuh dari tempat stinggi apapun
sedangkan kita, jatuh dari ktinggian 1 meter saja pasti udh remuk
Bandingkan dengan semut
yang bisa mengangkat beban 100x berat tubuhnya
sedangkan kita, mengangkat benda 1/4 berat tubuh kita saja harus berpayah-payah
Bandingkan dengan kura-kura
yang punya tempurung kuat buat menahan segala bahaya
sedangkan kita, dengan tubuh yang begitu rentan pontang-panting menyelamatkan raga
Bandingkan dengan lebah
yang punya senjata alami untuk melindungi diri
sedangkan kita, harus kalang kabut saat ancaman menghadang

Apakah manusia itu..
INDAH?
Rasanya tidak, kupu”, merak, dan bunga tlihat begitu cantik
Rasanya tidak, geliat ikan” dan burung” tlihat begitu gemulai bin lincah

Lalu mengapa kita disebut sebagai..
Makhluk PALING sempurna?
pikiran – – akal
inilah yang membuat kita menang.
inilah yang membuat kita tetap bertahan

Sadarkah?
Bahwa tubuh ini hanya sekedar wadah bagi jiwa dan pemikiran besar kita
Wadah yang akan selalu siap mendukung seluas apapun hati kita
Tubuh ini,
yang akan dimakan rayap dkk di gelapnya tanah
Jiwa ini,
yang nantinya akan menemui Rabb tercinta

Isi akal dengan ilmu dan pemikiran besar
Isi hati dengan agama
Isi diri dengan keindahan dan kasih sayang

-Yow,smangat!-

Rizal Ramli ke itb

Dr. Rizal Ramli dalam Kuliah Umum Akhir SemesterSeiring Kebangkitan Nasional,,,

Jumat (16/5) Dr. Rizal Ramli memberikan Kuliah Umum Akhir Semester dengan mengangkat tema “Percepatan Deindustrialisasi vs Strategi Industrialisasi dengan Nilai Tambah”. Kuliah Umum ini diadakan oleh STEI ITB di Aula Timur.

Acara dibuka dengan sambutan dari Wakil Ketua Rektor Bidang Akademik, Prof Dr. Adang Surachman lalu dilanjutkan dengan pemutaran film pendek berisi profil pembicara yang bertajuk “Dr. Rizal Ramli, Sang Penerobos”. Film pendek tersebut bercerita mengenai sepak terjang Pak Rizal Ramli di pergulatan politik dan pemerintahan Indonesia.

Kuliah dan diskusi berlangsung dipandu oleh Prof.Dr. Adang Suwandi Ahmad, Dekan STEI. Dalam kuliah singkatnya Pak Rizal Ramli menekankan bahwa bangsa Indonesia harus berjuang dengan kemampuan sendiri untuk menyelamatkan ekonomi Indonesia. Kita sendiri yang harus menentukan sikap dan langkah untuk maju, termasuk dalam bidang industri. Tidak seharusnya bangsa ini bergantung pada bantuan asing. “Pinjaman asing itu bukan murni untuk menyelamatkan ekonomi kita melainkan untuk menyelamatkan bank-bank asing!” tegas Pak Rizal Ramli.

Tak ketinggalan, Pak Rizal Ramli juga menyinggung permasalahan kenaikan harga BBM. Menurut Mantan Menko Perekonomian ini, ada beberapa cara lain untuk menyelamatkan anggaran negara, yaitu dengan mengurangi subsidi kapital ke bank, melakukan devaluasi atau menurunkan nilai mata uang secara sengaja untuk mempermurah harga jual barang ekspor dan menaikkan harga jual barang impor sehingga produksi dalam negeri terlindungi. “Masalahnya, selama ini Kita dicekoki bahwa presiden yang baik adalah presiden yang mampu mempertahankan atau bahkan menguatkan nilai mata uang. Padahal baik buruknya kinerja presiden seharusnya dilihat dari ketersediaan lapangan kerja dan seberapa banyak rakyat yang memperoleh pekerjaan” tambahnya. Selain dua hal itu, beliau juga menyarankan penguatan machinery industry. Jadi bukan sekadar industri pengolahan bahan baku dengan membeli mesin dari luar negeri melainkan membuat mesin sendiri untuk mendukung proses produksi.

Masih berkaitan dengan bagaimana mempercepat industrialisasi, Mantan Ketua Bulog di jaman Gus Dur ini secara tegas mengatakan bahwa pemerintah tidak boleh memiliki mental mahasiswa kos-kosan, yaitu mental berhutang dan menjual apa yang ada saat kehabisan uang. Pemerintah harus memiliki visi industrialisasi dan hal ini tidak boleh diserahkan ke mekanisme pasar. “Kita ini pasti bisa melakukan industri! Syaratnya, kita tidak boleh hanya berpikir sebagai engineer tetapi pertimbangkan juga manajemen dan pembiayaan serta tentu saja tidak boleh melupakan team work. ITB harus menjadi ujung tombak perubahan!” tandas Ketua Umum Komite Bangkit Indonesia tersebut.

(versi murni belum diedit, klo yang udh diedit ya ad di web itb)

Itulah berita terbaru yang Q tulis bwt itb.ac.id. Q kasih judul “Berguru kepada Sang Penerobos”. Q uplot hari itu juga. Sebenernya Q agak menyesal ga all out pas cari berita. Knapa ga sekalian wawancara ya… damned. Entah knapa smangat bgt dh nulis tuh berita, apalagi pak rizal sempat ngbahas kenaikan BBM. Wiii..seru. Q bharap nie berita bisa bwt referensi KM untuk ngajuin sikap & rekomendasi kpd pmerintah ttg penolakan knaikan BBM Juni ntar.