— our life touch each other in a very unique way. Well, life always has a way to teach us!
Isu Palestina vs Israel akhir-akhir ini sedang panas (bukan sekedar hangat lagi!). Banyak berita bertebaran bahwa kita harus memboikot produk-produk zionisme seperti Nestle, Unilever, Starbucks, Facebook, Google dsb *aww! I don’t think I can*. Di depan masjid kampusku pun tak tanggung-tanggung baligho gede (sebenernya yg namanya baligho pasti gede sie..) berisikan daftar produk yang harus diboikot dipasang. Tiap minggu ada organisasi islam yang rajin mengangkat isu palestina & berdemo di Gedung Sate. Kajian tiba-tiba menjamur. Banyak email masuk menceritakan kekejaman bin kebiadaban Israel, betapa menderitanya sodara-sodara kita di sana, memberi daftar produk. Tak sedikit pula IM yang menyatakan kita harus membaca ayat-ayat tertentu untuk membantu mereka di sana, mengecam kita jika kita tidak berbuat apapun demi mereka. SMS tak mau kalah ikut menyumbang peran.

Well, semua orang punya pendapat masing-masing. Begitu pula aku, dan aku pikir boikot bukanlah hal utama dalam menanggapi apa yang terjadi di Palestina.