Kepribadian & Jilbab (1)

Bandung, 31.07.08

Sepulang dari Jakarta bersama orang-orang kantor tempatku KP, aku berkesempatan mendapatkan “ceramah” dari seorang teman kantor, PL’97. La la laaa… kemana-mana…. Tiba-tiba ada kalimat yang begitu mengena,

Orang seringkali berpikir, saya belum berani berjilbab karena kelakuan saya belum baik. Padahal itu pemikiran yang salah! Jilbab adalah satu hal dan kelakuan baik adalah hal lain.

Waahh..benar sekali, Pak! Saya sendiri juga sempat menganut pemikiran yang salah kaprah itu. Dulu aku berani berpakaian layaknya akhwat. “Takut menodai citra akhwat yang baik dengan tingkahku yang masih buruk ini,” begitu pikirku. Yah, maklum, aku masih suka ketawa cekakan, ga jaga pandangan ma cow, IP pas-pasan, ga berprestasi, dsb. Lama-kelamaan aku terpikir lagi,

Hei, seharusnya dengan aku menggunakan jilbab secara rapi, aku malah bisa semakin menjaga diri, menyadari bahwa diri ini adalah muslimah lalu bersikap layaknya muslimah.

Hmm…

So, bagi teman”yang belum berjilbab karena alasan di atas, hapus pikiran yang salah kaprah itu. Seiring waktu dan bertambahnya ilmu, kita akan menyadari banyak hal dan belajar memperbaiki diri. Karena hidup itu adalah proses untuk menjadi baik dan semakin baik. Yuk, berjilbab! (^^)/