Kepribadian & Jilbab (2) -pelajaran dari kampus & ciwalk-

Bandung, 06.08.08

Hari ini aku sempat menelusuri ruang-ruang Cihampelas Walk. Cari kado, niatnya. Selama berjalan, mataku terpaku pada segerombolan anak muda (ha3, brasa udh tua aj gw!). Ada di antara mereka yang berjilbab. Dengan santainya si cew berjilbab itu merangkul pinggang si cow dan dibalas pula oleh si cow. Wew! Yah, sebenarnya ini pemandangan biasa, tapi bukan berarti kita menyepakatinya. Mengutip kalimat temanku,

Saat melihat sesuatu yang buruk namun terlanjur menjadi hal biasa, at least, ingkarilah walau sekedar dalam hati.

Tiba-tiba aku teringat, tentang bokep anak itebee itu. Gosipnya (bukan maksud awa untuk mengajak bergosip.. ini sebagai pelajaran), pemeran dalam “film” itu adalah anak elektro 2006. Si cew-nya berjilbab. Salah satu temanku, Si A, ada yang memaki-maki si cew begitu kencang dan dahsyat (lewat milis) sampai-sampai kita semua merasa risih dengan komennya. Pada intinya Si A berkata (dengan bahasa yang sudah aku sortir), “Gila, lo jilbaban tapi  tingkah lo kayak gitu! Lepas aja deh jilbab lo! Gw ga suka lo menghancurkan nama baek cew-cew berjilbab laennya!”.

Lalu salah seorang temanku, Si O, seorang cew yang belum berjilbab, menjawab dengan polosnya (sebenarnya nie anak kgak polos-polos banget siee..),

Tapi.. jilbab dan kepribadian itu kan 2 hal yang berbeda. Dia pake jilbab ya berarti dia dapet pahala tapi kelakuan dia belum baek ya berarti dia dapet dosa. Emang ga bisa dipukul rata bahwa kalau berjilbab, kelakuannya pasti baek. Itu sie tergantung orangnya.

Hhmmm……… kalimat itu dia dapatkan dari seorang teteh selama mentoring agama (wew! AAEI rupanya berguna! good job, guys!).

Memang benar, jilbab dan kelakuan baik adalah 2 hal berbeda. Berjilbab bukan merupakan jaminan bahwa cew tersebut berkelakuan baik. Tidak berjilbab juga bukan jaminan bahwa cew tersebut berkelakuan tidak baik.

Hanya saja, alangkah baiknya jika kita menjaga jilbab kita dan mengizinkan jilbab kita menjaga kita. Kata seorang temanku di masa SMA,

Berjilbab adalah ibadah yang akan dilakukan perempuan secara konsisten. Kalau sholat, ada kemungkinan bolongnya. Sedangkan kalau udah berjilbab Insya Allah, perempuan ga bakal melepas-pakai jilbabnya.

Karena itu, jangan tanggalkan nie jilbab. Ini kewajiban yang akan menjadi pahala kita. Alangkah baiknya jika kita menyempurnakan jilbab ini dengan kelakuan baik dan prestasi yang baik pula.

Wah! Yahui banget tuh! Ya, ga, pren ? 😀

di-publish di blog setelah mendapat inspirasi dari Forum Silaturahim Annisaa

Satu pemikiran pada “Kepribadian & Jilbab (2) -pelajaran dari kampus & ciwalk-

Tinggalkan Balasan ke to wear it or not « Micania Camillang Batalkan balasan